Rabu, 03 Agustus 2011

rpp pai sman 1 sukodono



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1
                                                                              
Nama Sekolah

SMA NEGERI 1 SUKODONO
Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam
Kelas/ Semester

XI/ I
Pertemuan ke

Pertama
Waktu

2 X 45 menit
Standar Kompetensi

13. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang kompetisi dalam kebaikan.
Kompetensi Dasar

13.1. Membaca  QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
Materi Ajar/ pokok

Bacaan QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
Indikator

13.1.1 Membaca dengan baik dan benar Al Baqarah: 148
13.1.2 Membaca dengan baik dan benar QS Fatir: 32
13.1.3 Mengidentifikasi tajwid dalam Al Baqarah: 148
13.1.4 Mengidentifikasi tajwid dalam QS Fatir: 32
Metode Pembelajaran

ceramah ,tanya jawab, diskusi
Model Pembelajaran

Langsung dan kooperatif learning

Tujuan pembelajaran
:
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa dapat :
1.             Membaca dengan baik dan benar Al Baqarah: 148
2.             Membaca dengan baik dan benar QS Fatir: 32
3.             Mengidentifikasi tajwid dalam Al Baqarah: 148
4.             Mengidentifikasi tajwid dalam QS Fatir: 32
Langkah-langkah

a.    Pendahuluan
1)            Guru mengucapkan salam(religius)
2)            Guru dan peserta didik membuka pembelajaran dengan do’a(religius)
3)            Menghafal surat pendek (suka membaca)     
4)            Guru mengabsen peserta didik(disiplin)
5)            Peserta didik menjawab 3 pertanyaan guru tentang materi sebelumnya(tanggung jawab)
6)            Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.(disiplin)
b.    Kegiatan Inti
EKSPLORASI
1)            Peserta didik mencari dan mempersiapkan materi(Kreatif)
ELABORASI
2)            Peserta didik mendengarkan contoh bacaan QS Al Baqarah :148 dan QS Fatir :32 dan menirukannya yang diulang 3 kali.(kreatif, suka mambaca)
3)            Peserta didik berkelompok sesuai dengan pembagian kelompok yang ditetapkan guru untuk membaca QS Al Baqarah :148 dan QS Fatir :32 di bawah arahan tim ahli ( fase 1 dan 2 ).(suka disiplin)
4)            Tim ahli memberikan tes baca Al Qur’an pada anggota kelompoknya dan hasilnya diserahkan pada guru.(tanggung jawab)
5)            Kelompok asal mengidentifikasi tajwid sesuai dengan tugas yang diberikan guru (fase 3)(kreatif)
6)            Hasil diskusi kelompok dibawa tim ahli pada diskusi tim ahli di bawah arahan guru. (fase 4)(tanggung jawab)
7)            Tim ahli menyampaikan hasil diskusi pada kelompoknya. (fase 5)(tanggung jawab)

KONFIRMASI
8)            Tim ahli melakukan tagihan kuis dimana hasilnya diserahkan pada guru. (fase 6) (tanggung jawab)
c.     Penutup
  1. Peserta didik mendengarkan rangkuman materi / mereview materi yang disampaikan guru. 
  2. Guru memberikan tugas untuk persiapan materi berikutnya.
  3. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa.
Penilaian

a.    Tes lisan ( terlampir )
b.    Tes tertulis ( terlampir )
Bahan/Sumber belajar

o   INDONESIA. Departemen Agama (1996)  Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang; Taha Putra
o   Syamsuri (2007 ). Pendidikan Agama Islam untuk SMA Kelas XI. Jakarta ; Erlangga



LEMBAR PENILAIAN

I. Tes Tertulis                                                                                                                                     Nilai : ……..
No
Butir-butir Soal
Kunci jawaban
1.
Sebutkan bacaan tajwid bab nun sukun atau tanwin  yang terdapat dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
- ikhfa’ haqiqi
- Idgham bi ghunnah

II. Tes Perbuatan : membaca
9e@ä3Ï9ur îpygô_Ír uqèd $pkŽÏj9uqãB ( (#qà)Î7tFó$$sù ÏNºuŽöyø9$# 4 tûøïr& $tB (#qçRqä3s? ÏNù'tƒ ãNä3Î ª!$# $·èŠÏJy_ 4 ¨bÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÊÍÑÈ  
§NèO $uZøOu÷rr& |=»tGÅ3ø9$# tûïÏ%©!$# $uZøŠxÿsÜô¹$# ô`ÏB $tRÏŠ$t7Ïã ( óOßg÷YÏJsù ÒOÏ9$sß ¾ÏmÅ¡øÿuZÏj9 Nåk÷]ÏBur ÓÅÁtFø)B öNåk÷]ÏBur 7,Î$y ÏNºuŽöyø9$$Î ÈbøŒÎ*Î «!$# 4 šÏ9ºsŒ uqèd ã@ôÒxÿø9$# 玍Î7x6ø9$# ÇÌËÈ  
No
Nama Siswa
Kemampuan membaca
1
2
3
4
5
1






2






3






4






dst







Keterangan :                                                                                                                                      Skor Tes Perbuatan
1. membaca lancar dan benar                                                                                                     =  80-90 = A
2. membaca lancar kurang baik                                                                                                  =  70-79 = B
3. membaca terbata-bata                                                                                                             =  60-69 = C
4. membaca terbata-bata dengan bantuan guru                                                                                =  50-59 = D
5. tidak dapat membaca                                                                                                                                =  kurang dari 50 = E



Mengetahui                                                                 
Kepala Sekolah                                                                                 Guru Mata Pelajaran
SMA Negeri 1 Sukodono




TRI HARTANTO,S.Pd,M.Pd                                       MUH. KHUZAINI,S.Ag
Nip.197210191998021003                                                              Nip. 197207132009931002
                                               

                                               



                         


















                              RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                                                              
Nama Sekolah

SMA / SMK
Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam
Kelas/ Semester

XI/ I
Pertemuan ke

Kedua
Waktu

2 X 45 menit
Standar Kompetensi

13.Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang kompetisi dalam kebaikan.
Kompetensi Dasar

13.2 Menjelaskan arti QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir 32
Materi Ajar/ pokok

Arti QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
Indikator

13.2.1      mengartikan masing-masing kata dalam QS Al Baqarah: 148
13.2.2      mengartikan masing-masing kata dalam QS Fatir: 32
13.2.3      mengartikan ayat dalam QS Al Baqarah: 148
13.2.4      mengartikan ayat dalam QS Fatir: 32
13.2.5      menjelaskan kandungan isi QS Al Baqarah: 148
13.2.6      menjelaskan kandungan isi QS Fatir: 32
Metode Pembelajaran

ceramah ,tanya jawab, diskusi
Model Pembelajaran

Langsung

Tujuan pembelajaran
:
Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa dapat :
1.             mengartikan masing-masing kata dalam QS Al Baqarah: 148
2.             mengartikan masing-masing kata dalam QS Fatir: 32
3.             mengartikan ayat dalam QS Al Baqarah: 148
4.             mengartikan ayat dalam QS Fatir: 32
5.             menjelaskan kandungan isi QS Al Baqarah: 148
6.             menjelaskan kandungan isi QS Fatir: 32
Langkah-langkah

a.       Pendahuluan
1)      Menghafal surat pendek(religius)
2)      Peserta didik menjawab 3 pertanyaan guru tentang materi sebelumnya(tanggung jawab)
3)      Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
4)      Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang cakupan materi pada pertemuan ini.


b.      Kegiatan Inti
EKSPLORASI
1)      Siswa mencari dan mempersiapkan materi(kreatif)

ELABORASI
2)      Guru menjelaskan arti harfiyah perkata dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32(kreatif)
3)      Siswa melafalkan arti harfiyah perkata dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32 bersama-sama ( secara klasikal ) 3 kali.(suka membaca)
4)      Siswa mengartikan perkalimat  QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32 (gemar membaca)
5)      Siswa menyimpulkan kandungan isi dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32(kreatif)

KONFIRMASI
6)      Guru menselaraskan persepsi siswa

c.       Penutup
1)      Peserta didik mendengarkan rangkuman materi / mereview materi yang disampaikan guru.(tanggung jawab)
2)      Guru memberikan tugas untuk persiapan materi berikutnya.
3)      Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa.(religius)
Penilaian

a.       Tes lisan ( terlampir )
b.      Tes tertulis ( terlampir )
Bahan/Sumber belajar

o   INDONESIA. Departemen Agama (1996)  Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang; Taha Putra
o   Syamsuri (2007 ). Pendidikan Agama Islam untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga







LEMBAR PENILAIAN
I. Tes Tertulis                                                                                                                                     Nilai : ……..
No
Butir-butir Soal
Kunci jawaban
1.
2)   Artikan secara harfiyah kata yang bergaris bawah pada QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
9e@ä3Ï9ur îpygô_Ír uqèd $pkŽÏj9uqãB
 ( (#qà)Î7tFó$$sù ÏNºuŽöyø9$#
4 tûøïr& $tB (#qçRqä3s? ÏNù'tƒ ãNä3Î ª!$# $·èŠÏJy_ 4
¨bÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÊÍÑÈ
§NèO $uZøOu÷rr& |=»tGÅ3ø9$# tûïÏ%©!$# $uZøŠxÿsÜô¹$# ô`ÏB $tRÏŠ$t7Ïã
( óOßg÷YÏJsù ÒOÏ9$sß ¾ÏmÅ¡øÿuZÏj9
 Nåk÷]ÏBur ÓÅÁtFø)B
 öNåk÷]ÏBur 7,Î$y ÏNºuŽöyø9$$Î ÈbøŒÎ*Î «!$#
4 šÏ9ºsŒ uqèd ã@ôÒxÿø9$# 玍Î7x6ø9$# ÇÌËÈ    
- dan bagi tiap-tiap umat ada kiblat sendiri-sendiri
- menghadap kepadaNya.
- Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.
- Dimana saja kamu berada.
- Semuanya.
- Sesungguhnya Alloh berkuasa atas segala sesuatu.
- Orang yang kami pilih dari hamba kami
- Menganiaya diri sendiri.
- Di pertengahan
- Lebih dahulu berbuat kebaikan
- Karunia yang besar.
Mengetahui                                                                 
Kepala Sekolah                                                                                 Guru Mata Pelajaran
SMA Negeri 1 Sukodono




TRI HARTANTO,S.Pd,M.Pd                                       MUH. KHUZAINI,S.Ag
Nip.197210191998021003                                                              Nip. 197207132009931002

                                RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah

SMA / SMK
Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam
Kelas/ Semester

XI/ I
Pertemuan ke

Ketiga
Waktu

2 X 45 menit
Standar Kompetensi

13. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang kompetisi dalam kebaikan.
Kompetensi Dasar

13.3. Menampilkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
Materi Ajar/ pokok

Contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32
Indikator

13.3.1           menunjukkan contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148
13.3.2           menunjukkan contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148
13.3.3           melakukan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148
13.3.4           melakukan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam  QS Fatir: 32
Metode Pembelajaran

ceramah ,tanya jawab, diskusi
Model Pembelajaran

Langsung

Tujuan pembelajaran
:
Setelah pembelajaran ini peserta didik :
1.             menunjukkan contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148
2.             menunjukkan contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148
3.             melakukan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148
4.             melakukan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam  QS Fatir: 32
Langkah-langkah

a.       Pendahuluan
1)            Menghafal surat pendek(religius)
2)            Peserta didik menjawab 3 pertanyaan guru tentang materi sebelumnya(tanggung jawab)
3)            Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.(disiplin)
4)            Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang cakupan materi pada pertemuan ini.(disiplin)
b.      Kegiatan Inti

EKPLORASI
1)        Siswa mencari dan mempersiapkan materi(kreatif)

ELABORASI
2)        Siswa mendiskusikan  contoh perilaku yang mencerminkan  berlomba-lomba dalam kebaikan sesuai   QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32(tanggung jawab)
3)        Siswa mempresentasikan hasil diskusi tentang contoh  perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32(tanggung jawab)

KONFIRMASI
4)        Guru menselaraskan persepsi siswa
c.       Kegiatan Akhir
  1. Peserta didik mendengarkan rangkuman materi / mereview materi yang disampaikan guru.(disiplin)
  2. Guru memberikan tugas untuk persiapan materi berikutnya.
  3. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa.(religius)
Penilaian

a.       Tes tertulis ( terlampir )
b.      Pengamatan
Bahan/Sumber belajar

o   INDONESIA. Departemen Agama (1996)  Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang; Taha Putra
o   Syamsuri (2007 ). Pendidikan Agama Islam untuk SMA Kelas XI. Jakarta ; Erlangga




LEMBAR PENILAIAN
I. Tes Tertulis                                                                                                                                     Nilai : ……..
No
Butir-butir Soal
Kunci jawaban
1.
a.         Sebutkan contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan sebagaimana terkandung dalam  QS Al Baqarah: 148 dan QS Fatir: 32

Belajar dengan tekun,rajin ibadah,infaq,shodaqoh, sabar,jujur,tanggung jawab.dsb

ciri wanita sholihah

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
  • Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
  • Wajib menutup aurat
  • Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
  • Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
  • Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
  • Berbuat baik kepada ibu & bapa
  • Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
  • Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
  • Bersikap baik terhadap tetangga
2. Taat kepada suami
  • Memelihara kewajiban terhadap suami
  • Sentiasa menyenangkan suami
  • Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
  • Tidak cemberut di hadapan suami.
  • Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
  • Tidak keluar tanpa izin suami
  • Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
  • Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
  • Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
  • Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga
Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita
Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak azasi palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah:
  1. Lupa mengingat Allah
    Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.
    Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jaathiah, ayat 23, artinya:
    “Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”
    Sabda Rasulullah s.a.w., artinya:
    “Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tirmidzi)
    Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berdzikir, tetapi termasuk menghadiri majelis-majelis ilmu.
  2. Mudah tertipu dengan keindahan dunia
    Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang berbuat durhaka kepada Allah s.w.t. hanya karena kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.
    Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am, artinya:
    “Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”
  3. Mudah terpedaya dengan syahwat
  4. Lemah iman
  5. Bersikap suka menunjuk-nunjuk.
Ad-dunya mata’ , khoirul mata’ al mar’atus sholihah
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.
Wallahu a’lam bish-showab

54 keutamaan wanita sholihah

1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal tersebut, jawab baginda : "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail a.s.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi 'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa." ; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua
anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.Daripada Aisyah r.ha. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."

10. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

11. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

12. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

13. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya)

14. Aisyah r.ha. berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda, "Suaminya" "Siapa pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah s.a.w. "Ibunya".

15. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

16. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10,000 tahun).

17. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

18. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

19. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

21. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.

22. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

23. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

24. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

25. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), makamalaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

26. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila diahiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

28. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

29. Seorang wanita yang solehah lebih baik daripada seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya lapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

30. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau merenung ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya, tiap-tiap langkahnya dan setiap renungannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

31. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siangdan malamnya menggembirakan suaminya.

32. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

33. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

34. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

35. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

36. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

37. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

38. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, "Adakah kamu menyembahyangkan mayat?" Jawab mereka, "Tidak" Sabda Baginda "Seeloknya kamu sekelian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nescaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

39. Wanita yang memerah susu binatang dengan 'Bismillah' akan didoakanoleh binatang itu dengan doa keberkatan.

40. Wanita yang menguli tepung gandum dengan 'Bismillah', Allah akan berkatkan rezekinya.

41. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

42. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit di antara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi."

43. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat."

44. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat."

45. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian."

46. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya."

47. Sabda Nabi s.a.w. : "Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat."

48. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

49. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

50. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

51. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

52. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

53. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

54. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.